Miliaran Rupiah Kegiatan Disparpora Diduga Fiktif, Teddi : Service Uangnya Habis Hasilnya Tidak Kelihatan

Daerah56 Views
banner 468x60

Kepahiang,www.jejakdaerah.com – Diduga aliran dana beberapa kegiatan yang telah dianggarkan untuk Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Kepahiang tahun anggaran 2022-2023 tidak direalisasikan sebagaimana mestinya. Jika tidak terlaksana secara otomatis anggaran tersebut di silva kan namun nyatanya hal tersebut tidak dibahas dalam APBD Perubahan bahkan laporan akhir tahun.

 

banner 336x280

 

Ada beberapa titik yang menjadi lokasi anggaran yang seharusnya diterapkan sesuai dengan besaran dan manfaat nya,

namun berdasarkan penelusuran awak media www.jejakdaerah.com terjadi dugaan mark up dan penggelapan anggaran dalam kegiatan ini. Karena ada kegiatan yang tidak terlaksana sama sekali dan baru dikerjakan sebagian saja.

Berangkat dari data awal yang di peroleh,setelah di telusuri kelapangan akhir nya di temukan beberapa kejanggalan dari proyek yang menelan anggaran seluruh nya satu miliar lebih itu.

 

Salah satu nya pembangunan rumah kelinci yang di gadang – gadang berada di desa air sempiang kecamatan Kabawetan,ternyata menurut hasil konfirmasi via telepon dan WhatsApp dengan kepala desa Air Sempiang, Mugianto bahwa pembangunan rumah kelinci tersebut belum terealisasi.

” Maaf bos karena saya juga masih bahas dan menanyakan masalah itu, namun sampai sekarang belum ada yang ngobrol sama saya,” terang Mugianto.

Begitu juga dengan pembangunan sport foto di desa Batu Ampar Kecamatan Merigi sebagai Reward karena masuk nominasi sebagai desa wisata. Namun menurut keterangan Kades setempat,Erwan tidak ada pembangunan sama sekali oleh Disparpora Kabupaten Kepahiang.

” Belum ada penetapan titik nol, baru dijanjikan akan diberikan Reward berupa tempat Spot foto,” sampai Erwan.

 

Selain dua lokasi yang disebutkan diatas,ada beberapa titik lokasi lagi yang disinyalir menjadi ajang proyek siluman,seperti perehapan gedung kantor Disparpora,pembuatan Taman disparpora,pembuatan jogging track taman santoso,rehab Rest Area desa Sido Makmur,rehab gedung Guest House desa Sidorejo Kecamatan Kabawetan,Pembangunan Taman Kabawetan dan juga perawatan Randis roda 4 yang anggarannya menelan anggaran ratusan juta juta rupiah.

Saat di kros chek Randis tersebut masih berada di salah satu Bengkel dan menurut keterangan montir yang menangani Reparasi dan perbaikan Randis tersebut ,mengatakan bahwa untuk biaya perbaikannya hanya di angka 10 juta rupiah.

Dikonfirmasi terkait hal ini mantan Kepala Dinas Pariwisata Teddi Adeba,ST(06/09) mengatakan bahwa kendaraan ini memang sudah tua walaupun rajin di service memang selalu rusak. Dan untuk rehab rwhab dan service sebnayak apa anggaran hasilnya tentu tidak kelihatan.

” Memang kalau service begitu. Duitnya banyak hasilnya tidak akan kelihatan, service- service ini uangnya habis hasilnya tidak kelihatan” sampai Teddi.

Untuk taman kabawetan ada beberapa item, kalau masalah salah pasti kami ada salah. Kalau dicari salah banyak sekali salah. Ada kegiatan tapi itemnya banyak mungkin ibnu (Kabid.Red) ada melakukan pengecatan perbaikan.

” Untuk lebih tahu Kabid (Ibnu.Red)yang lebih paham saya tidak tahu secara detail, baik yang di Kabawetan, Taman Santoso dan Kantor,” terang Teddi.

 

Untuk rumah kelinci dan tempat selfi harus ada tanah hibah di desa setempat. Sehingga belum terealisasi bisa saja anggarannya akan diSilvakan.

Sementara untuk mobil teddy mengatakan bahwa ia sudah memperingati Kabidnya untuk jangan mengambil mobil yang selalu rusak. Karena banyak menelan anggaran namun tidak bisa di manfaatkan.

” Pemeliharaannya dianggarkan untuk semua item. Tapi saya sudah peringati Kabid jangan selalu mengambil mobil yang rusak terus. Termasuk mobil yang saya pakai dapat dari juragan udah rusak parah banyak habis uang memperbaiki, namun tidak bisa dimanfaatkan,” terang Teddi. (RED*)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *